Sabtu, 22 Oktober 2016

KESEHATAN & GIZI

Kesehatan dan Gizi AUD

A.    Pengertian Gizi
Secara umum gizi merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan dan memperbaiki jaringan tubuh.
Gizi berasal dari kata berbahasa Arab yaitu giza yang artinya zat makanan. Dalam bahasa Inggris gizi disebut juga dengan “Nutrition atau nutrisi” yang berarti bahan makanan.
Gizi juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi adanya proses perubahan pada setiap makanan yang masuk dalam tubuh yang dapat mempertahankan tubuh tetap sehat.
Pengertian zat Gizi atau Nutrisi ialah zat pada makanan yang dibutuhkan oleh organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan yang dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh meliputi protein, vitamin, mineral, lemak dan air.
Menurut kamus besar Bahas Indonesia Gizi adalah zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh/badan.
Pengertian Gizi menurut para ahli :
·   Menurut Tuti Sunardi ; mengatakan bahwa pengertian gizi adalah sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis makanan yang masuk kedalam tubuh yang dapat mempertahankan kehidupan.
·     Menurut Lioni Ellis H ; mengatakan bahwa pengertian gizi ialah komponen penting yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang.
·      Menurut Harry Oxorn dan William R. Forte mengemukakan tentang pengertian gizi yang berarti gizi memiliki pengertian yang luas bukan hanya jenis-jenis pangan dan gunanya bagi badan melainkan juga mengenal cara-cara memperoleh serta megolah dan mempertimbangkan agar kita tetep sehat.
Sedangka zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan  tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan.
Fungsi zat gizi adalah mehasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, dan mengatur proses-proses kehidupan.
Manfaat zat gizi :
1.      Memberi energi agar bisa melakukan berbagai macam aktifitas
2.      Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit
3.      Menunjang pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh
4.  Mengatur proses yang terjadi dalam tubuh, seperti proses pencernaan makanan dalam perut, pengaturan metabolisme tubuh, produksi ASI, dsb.

B.     Masalah Gizi
Masalah Gizi adalah gangguan pada perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh dari makanan.
Menurut Prof Soekirman Ph.D., Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor, Masalah Gizi adalah gangguan kesehatan dan kesejahteraan seseorang, kelompok atau orang masyarakat sebagai akibat adanya ketidak seimbangan antara asupan (intake) dengan kebutuhan tubuh akan makanan dan pengaruh interaksi penyakit (infeksi).
Masalah gizi semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dapat ditanggulangi dengan pengobatan medis atau kedokteran. Namun, disadari bahwa gejala klinis gizi kurang yang banyak ditemukan dokter ternyata adalah tingkatan akhir yang sudah kritis dari serangkaian proses lain yang mendahuluinya.
Berdasarkan sudut pandang zat gizi, masalah gizi dibedakan menjadi; Masalah Gizi Makro dan Masalah Gizi Mikro, masalah gizi makro dapat berbentuk gizi kurang dan gizi lebih, sedangkan masalah gizi mikro dikenal dengan gizi kurang.
Kekurangan gizi adalah ketika asupan gizi dibawah kebutuhan yang mengakibatkan lambatnya pertumbuhan tubuh, daya tahan tubuh rendah, kurangnya kecerdasan dan produktivitas rendah. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memahami dan mempraktekan pola hidup sehat, antara lain dengan pola makan berprinsip. Kelebihan gizi adalah ketika asaupan gizi melebihi kebutuhan akibatnya beresiko terkena berbagai penyakit kronis/ degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, penyakit asam urat dan beberapa jenis kanker, pencegahannya yaitu dengan cara memahami dan mempraktekan pola hidup sehat antara lain dengan pola makan berprinsip.
C.     Pedoman Gizi Seimbang
Yaitu susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktifitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal.
Pedoman gizi seimbang memiliki peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan dan gizi masyarakat, terutama anak usia 1-6 tahun. Pedoman gizi seimbang  dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan makan yang baik dan sehat.
Konferensi Gizi Internasional di Roma (1992) menghasilkan 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUSG), yang mulai dikeluarkan Direktorat Gizi Depkes RI sebagai pedoman bagi masyarakat guna mencapai taraf hidup dan kesehatan yang lebih baik (1995) meliputi:
1.      Mengonsumsi makanan yang beraneka ragam
2.      Mengonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan energi
3.      Batasi jumlah konsumsi karbohidrat hingga ½ dari kebutuhan energi
4.      Batasi jumlah konsumsi lemak hingga ¼ dari kebutuhan energi
5.      Batasi jumlah konsumsi garam hingga 6 garam atau 1 sendok teh perhari
6.      Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi
7.      Berikan ASI (Air Susu Ibu) kepada bayi hingga usia 6 bulan
8.      Biasakan sarapan sebelum beraktifitas
9.      Mengonsumsi air bersih sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari
10.  Melakukan olah raga atau kegiatan fisik lainnya secara teratur
11.  Menghindari konsumsi alkohol
12.  Menghindari konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia dan mikroba berbahaya
13.  Perhatikan label pada setiap makanan yang dikemas, termasuk komposisi yang terkandung di dalam makanan tersebut.

D.    Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Angka Kecukupan Gizi adalah nilai yang menunjukan jumlah zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk menurut kelompok, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis, seperti kehamilan dan menyusui. Konsep kecukupan energi kelompok penduduk adalah nilai rata-rata kebutuhan, sedangkan pada kecukupan protein dan zat gizi lain adalah nilai rata-rata kebutuhan ditambah dengan 2 kali simpangan baku.
Kegunaan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
1.  Untuk menilai kecukupan gizi yang telah dicapai melalui konsumsi, makanan bagi penduduk/golongan masyarakat tertentu yang didapatkan dari hasil survei gizi/makanan;
2.      Untuk merencanakan pemberian makanan tambahan balita maupun untuk perencanaan institusi;
3.      Untuk merencanakan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional;
4.      Untuk patokan label gizi makanan yag dikemas apabila perbandingan dengan angka kecukupan gizi diperlukan;
5.      Untuk bahan pendidikan gizi.
 Disamping kegunaan kecukupan gizi tersebut mempunyai beberapa keterbatasan. Kecukupan gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
1.      Tahap pertumbuhan dan perkembangan tubuh;
2.      Ukuran dan komposisi tubuh;
3.      Jenis kelamin;
4.      Keadaan kesehatan tubuh;
5.      Keadaan fisiologis tubuh;
6.      Kegiatan fisik;
7.      Lingkungn
8.      Mutu makanan;
9.      Gaya hidup.
Angka kecukupan gizi yang sudah ditetapkan untuk orang Indonesia meliputi energi, protein , vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin C, tiamin, riboflavin, niacin, piridoksin, vitamin B12, asam polat, kalsium, fosfor, magnesium, besi, seng, iodium, mangan, selenium, dan fluor. Angka kecukupan energi tingkat nasional pada taraf konsumsi 2000 kkal dan taraf persediaan 2200 kkal, sedangkan angka kecukupan protein nasional pada taraf konsumsi 52 gram dan tarf persediaan 57 garm. Kecukupan gizi untuk pelabelan produk makanan yang dikemas disebut dengan acuan label gizi (ALG)

E.     Pengelompokan Zat Gizi
Pengelompokan gizi menurut kebutuhan dibagi menjadi dua yaitu:
1.      Zat Gizi Makro
Zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang banyak. Zat ini digunakan untuk membentuk dan memelihara jaringan sel-sel tubuh sebagai sumber tenaga agar bisa beraktifitas dan sebagai zat pengatur sistem didalam tubuh. Terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak.
2.      Zat Gizi Mikro
Zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, tubuh kita tidak dapat memproduksi sendiri zat gizi ini, sehingga harus diperoleh melalui makanan. Sangat penting untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Terdiri dari vitamin dan mineral.
Pengelompokan gizi berdasarkan fungsinya :
1.      Zat gizi sebagai sumber energi
Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh. Digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein dan kerbohidrat
2.      Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh (sebagai pembangunan dan penjaga tubuh)
Zat gizi ini memiliki fungsi sebagai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.
Gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.
3.      Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh (pengtur kerja dalam tubuh)
Zat gizi ini berfungsi untuk mengatur proses metabolisme yang ada dalam tubuh. Di golongkan pada jenis gizi seperti air, lemak, protein, mineral.
Zat Gizi Berdasarkan Sumber
Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu
1.      Nabati yaitu sumber gizi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan;
2.       Hewani yaitu zat gizi yang berasal dari hewan.