Kesehatan
dan Gizi AUD
A. Pengertian
Gizi
Secara
umum gizi merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan,
pemeliharaan dan memperbaiki jaringan tubuh.
Gizi
berasal dari kata berbahasa Arab yaitu giza yang artinya zat makanan. Dalam
bahasa Inggris gizi disebut juga dengan “Nutrition atau nutrisi” yang berarti
bahan makanan.
Gizi
juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi adanya proses perubahan
pada setiap makanan yang masuk dalam tubuh yang dapat mempertahankan tubuh
tetap sehat.
Pengertian
zat Gizi atau Nutrisi ialah zat pada makanan yang dibutuhkan oleh organisme
untuk pertumbuhan dan perkembangan yang dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh
meliputi protein, vitamin, mineral, lemak dan air.
Menurut
kamus besar Bahas Indonesia Gizi adalah zat makanan pokok yang diperlukan bagi
pertumbuhan dan kesehatan tubuh/badan.
Pengertian
Gizi menurut para ahli :
· Menurut Tuti Sunardi ; mengatakan bahwa
pengertian gizi adalah sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis
makanan yang masuk kedalam tubuh yang dapat mempertahankan kehidupan.
· Menurut Lioni Ellis H ; mengatakan bahwa
pengertian gizi ialah komponen penting yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh
dan berkembang.
· Menurut Harry Oxorn dan William R. Forte
mengemukakan tentang pengertian gizi yang berarti gizi memiliki pengertian yang
luas bukan hanya jenis-jenis pangan dan gunanya bagi badan melainkan juga
mengenal cara-cara memperoleh serta megolah dan mempertimbangkan agar kita
tetep sehat.
Sedangka
zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan
tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun
dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan.
Fungsi
zat gizi adalah mehasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, dan
mengatur proses-proses kehidupan.
Manfaat
zat gizi :
1. Memberi
energi agar bisa melakukan berbagai macam aktifitas
2. Meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit
3. Menunjang
pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh
4. Mengatur
proses yang terjadi dalam tubuh, seperti proses pencernaan makanan dalam perut,
pengaturan metabolisme tubuh, produksi ASI, dsb.
B. Masalah
Gizi
Masalah
Gizi adalah gangguan pada perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak
terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh dari makanan.
Menurut
Prof Soekirman Ph.D., Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor, Masalah Gizi adalah
gangguan kesehatan dan kesejahteraan seseorang, kelompok atau orang masyarakat
sebagai akibat adanya ketidak seimbangan antara asupan (intake) dengan
kebutuhan tubuh akan makanan dan pengaruh interaksi penyakit (infeksi).
Masalah
gizi semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dapat ditanggulangi
dengan pengobatan medis atau kedokteran. Namun, disadari bahwa gejala klinis
gizi kurang yang banyak ditemukan dokter ternyata adalah tingkatan akhir yang
sudah kritis dari serangkaian proses lain yang mendahuluinya.
Berdasarkan
sudut pandang zat gizi, masalah gizi dibedakan menjadi; Masalah Gizi Makro dan
Masalah Gizi Mikro, masalah gizi makro dapat berbentuk gizi kurang dan gizi
lebih, sedangkan masalah gizi mikro dikenal dengan gizi kurang.
Kekurangan
gizi adalah ketika asupan gizi dibawah kebutuhan yang mengakibatkan lambatnya
pertumbuhan tubuh, daya tahan tubuh rendah, kurangnya kecerdasan dan
produktivitas rendah. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memahami dan
mempraktekan pola hidup sehat, antara lain dengan pola makan berprinsip.
Kelebihan gizi adalah ketika asaupan gizi melebihi kebutuhan akibatnya beresiko
terkena berbagai penyakit kronis/ degeneratif
seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, penyakit
asam urat dan beberapa jenis kanker, pencegahannya yaitu dengan cara memahami
dan mempraktekan pola hidup sehat antara lain dengan pola makan berprinsip.
C. Pedoman
Gizi Seimbang
Yaitu
susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman
atau variasi makanan, aktifitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal.
Pedoman
gizi seimbang memiliki peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan dan gizi
masyarakat, terutama anak usia 1-6 tahun. Pedoman gizi seimbang dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan makan
yang baik dan sehat.
Konferensi
Gizi Internasional di Roma (1992) menghasilkan 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang
(PUSG), yang mulai dikeluarkan Direktorat Gizi Depkes RI sebagai pedoman bagi
masyarakat guna mencapai taraf hidup dan kesehatan yang lebih baik (1995)
meliputi:
1. Mengonsumsi
makanan yang beraneka ragam
2. Mengonsumsi
makanan yang memenuhi kebutuhan energi
3. Batasi
jumlah konsumsi karbohidrat hingga ½ dari kebutuhan energi
4. Batasi
jumlah konsumsi lemak hingga ¼ dari kebutuhan energi
5. Batasi
jumlah konsumsi garam hingga 6 garam atau 1 sendok teh perhari
6. Mengonsumsi
makanan yang mengandung zat besi
7. Berikan
ASI (Air Susu Ibu) kepada bayi hingga usia 6 bulan
8. Biasakan
sarapan sebelum beraktifitas
9. Mengonsumsi
air bersih sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari
10. Melakukan
olah raga atau kegiatan fisik lainnya secara teratur
11. Menghindari
konsumsi alkohol
12. Menghindari
konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia dan mikroba berbahaya
13. Perhatikan
label pada setiap makanan yang dikemas, termasuk komposisi yang terkandung di
dalam makanan tersebut.
D. Angka
Kecukupan Gizi (AKG)
Angka
Kecukupan Gizi adalah nilai yang menunjukan jumlah zat gizi yang diperlukan
untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk menurut kelompok,
jenis kelamin, dan kondisi fisiologis, seperti kehamilan dan menyusui. Konsep
kecukupan energi kelompok penduduk adalah nilai rata-rata kebutuhan, sedangkan
pada kecukupan protein dan zat gizi lain adalah nilai rata-rata kebutuhan
ditambah dengan 2 kali simpangan baku.
Kegunaan
Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
1. Untuk
menilai kecukupan gizi yang telah dicapai melalui konsumsi, makanan bagi
penduduk/golongan masyarakat tertentu yang didapatkan dari hasil survei gizi/makanan;
2. Untuk
merencanakan pemberian makanan tambahan balita maupun untuk perencanaan
institusi;
3. Untuk
merencanakan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional;
4. Untuk
patokan label gizi makanan yag dikemas apabila perbandingan dengan angka kecukupan
gizi diperlukan;
5. Untuk
bahan pendidikan gizi.
Disamping kegunaan kecukupan gizi tersebut
mempunyai beberapa keterbatasan. Kecukupan gizi dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu :
1. Tahap
pertumbuhan dan perkembangan tubuh;
2. Ukuran
dan komposisi tubuh;
3. Jenis
kelamin;
4. Keadaan
kesehatan tubuh;
5. Keadaan
fisiologis tubuh;
6. Kegiatan
fisik;
7. Lingkungn
8. Mutu
makanan;
9. Gaya
hidup.
Angka
kecukupan gizi yang sudah ditetapkan untuk orang Indonesia meliputi energi,
protein , vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin C, tiamin,
riboflavin, niacin, piridoksin, vitamin B12, asam polat, kalsium, fosfor,
magnesium, besi, seng, iodium, mangan, selenium, dan fluor. Angka kecukupan
energi tingkat nasional pada taraf konsumsi 2000 kkal dan taraf persediaan 2200
kkal, sedangkan angka kecukupan protein nasional pada taraf konsumsi 52 gram
dan tarf persediaan 57 garm. Kecukupan gizi untuk pelabelan produk makanan yang
dikemas disebut dengan acuan label gizi (ALG)
E. Pengelompokan
Zat Gizi
Pengelompokan
gizi menurut kebutuhan dibagi menjadi dua yaitu:
1. Zat
Gizi Makro
Zat
gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang banyak. Zat ini digunakan untuk
membentuk dan memelihara jaringan sel-sel tubuh sebagai sumber tenaga agar bisa
beraktifitas dan sebagai zat pengatur sistem didalam tubuh. Terdiri dari
karbohidrat, protein dan lemak.
2. Zat
Gizi Mikro
Zat
gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, tubuh kita tidak dapat
memproduksi sendiri zat gizi ini, sehingga harus diperoleh melalui makanan.
Sangat penting untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Terdiri dari vitamin dan
mineral.
Pengelompokan
gizi berdasarkan fungsinya :
1. Zat
gizi sebagai sumber energi
Sebagai sumber energi
zat gizi bermanfaat untuk menggerakan tubuh dan proses metabolisme di dalam
tubuh. Digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein dan kerbohidrat
2. Zat
gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh (sebagai pembangunan
dan penjaga tubuh)
Zat gizi ini memiliki
fungsi sebagai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan
mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan
terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi berfungsi untuk menggantikan
sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.
Gizi yang termasuk
dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun yang
memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.
3. Zat
gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh (pengtur kerja dalam
tubuh)
Zat gizi ini berfungsi untuk
mengatur proses metabolisme yang ada dalam tubuh. Di golongkan pada jenis gizi
seperti air, lemak, protein, mineral.
Zat
Gizi Berdasarkan Sumber
Berdasarkan
sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu
1. Nabati
yaitu sumber gizi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan;
2. Hewani yaitu zat gizi yang berasal dari hewan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar